Beli dan Review Laptop Bekas di Ueno Jepang

Assalamualaikum. Kali ini saya mau review laptop bekas nih. Sama seperti di Indonesia, di Jepang juga banyak sekali menjual barang-barang bekas, mulai dari peralatan elektronik hingga pakaian, kecuali makanan kali ya. Apalagi kalau kamu berkunjung ke Akihabara, disana memang salah satu pusat perbelanjaan elektronik terbesar. Dengan akses yang sangat mudah, Akihabara selalu ramai setiap harinya.

Nah, laptop bekas yang saya beli ini penjualnya adalah orang Indonesia. Saya langsung datang ke tempatnya yang berada di kawasan Ueno. Sebenarnya penjual ini melayani pembelian online juga, tapi menurut saya alangkah baiknya langsung datang ke tempatnya. Selain bersilaturahmi, nego harga pun jadi leluasa.

Laptop yang saya beli ini Macbook Pro dan keadaan barangnya pun 中古 (bekas) Macbook Pro 15,4'' Early 2013. Lebih jelasnya kamu bisa lihat gambar dibawah.


Karena sejak pertama kali saya kenal dengan laptop menggunakan sistem operasi windows, jadi pas pertama kali ngutak-ngatik software macbook ini lumayan kaku. Ditambah dengan tata letak keyboardnya yang berbeda, seperti capslock dan control buttonnya terbalik daripada yang biasanya (windows). Bukan hanya itu, keyboardnya pun sudah kombinasi dengan huruf kana alias huruf Jepang, dan simbol-simbol yang lumayan belum terbiasa. Oh iya, satu lagi yang saya kurang nyaman di papan keyboard, yaitu shutdown dan delete buttonnya berdampingan. Kalau lagi ngetik dengan cepat dan typo, kemudian mau delete, terkadang hampir menekan shutdown button. Mungkin belum terbiasa saja kali ya.



Kemudian bagian yang sering sekali diperdebatkan, yaitu bagian port. Untuk macbook yang release tahun 2017 ke atas memang tidak menyediakan port di generasi-generasi sebelumnya, alias dihilangkan. Macbook keluaran terbaru hanya menyediakan port USB C, jadi kalau trasfer file harus membeli dongle lagi. Hal ini jadi perbincangan panas di kalangan reviewer.

Balik lagi, untuk portnya:
Di sebelah kiri : charging port, thunderbolt 2, USB 3, headphone jack.
Di sebelah kanan : Slot kartu SDXC, HDMI, dan USB 3.


Karena ini barang bekas, lecet-lecet sedikit di bagian body karena pemakaian masih bisa dibilang wajar. Dan sudah dilengkapi dengan safety screen.



Sedikit tips. Sebelum saya beli Macbook Pro, pastinya saya cari tau cara cek Macbook bekas, dan saya praktekkan saat pembelian. 

Gak rumit, pertama cek sudah berapa kali Macbook sudah di charge. Yaitu, klik logo apple dibagian kiri pojok atas, kemudian klik mengenai mac ini, dibagian tinjauan klik laporan sistem. Kemudian klik daya. Nah, disitu tertera Jumlah Siklus: 532 (cek gambar dibawah) Itu artinya Mac tersebut sudah 532 kali di charge. Untuk membeli Mac bekas, sebisa mungkin Jumlah Siklusnya kurang atau dibawah 500.


Kedua, cek black spot. Klik logo apple, dan pilih Preferensi Sistem, kemudian pilih Desktop & Penghematan Layar. Tinggal ganti-ganti saja warna dekstopnya, dan lihat ada titik hitam atau putih tidak di dekstop.


Ketiga, cek kamera. Buka facetime, jika serasa normal-normal saja artinya oke. Kemudian buka PhotoBooth, nah terdakang di PhotoBooth tidak bisa terbuka, itu artinya trouble. Kalau kamu tidak terlalu mementingkan kamera, ya oke-oke saja.

Itulah review singkat macbook pro 2013 dari saya. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kamu yang akan membeli macbook. Sekian dari saya, Terima kasih.

Related Posts

Load comments

Comments